Indonesian Service: 26 April 2009

E-mail Print PDF

Kebaktian kali ini lebih meriah dari biasanya, dengan format yang baru juga :) Acara kebaktian pada hari ini diisi oleh Candani, artis Buddhis kita, dengan tema "learning and sharing Dhamma through music". Acara yang merupakan perpaduan dari sharing Candani mengenai pengalaman pribadi sebagai seorang penyanyi Buddhis, Dhamma yang menginspirasi Candani dalam menciptakan dan menyanyikan lagu, dan juga show Candani menyanyikan lagu2 dari album terbarunya, yaitu Persembahanku. Untuk menambah spesialnya sesi kali ini, kebaktian pun dipimpin oleh Tari, saudara kembarnya Candani.

Candani mulai dengan menceritakan tema dari album terbarunya, "Persembahanku", yang terinspirasi oleh kualitas Y. A. Ananda sebagai penjaga Dhamma, dengan kualitas pelayanan dan pengabdian yang tulus kepada Sang Buddha. Kisah Ananda ini menginspirasi banyak lagu yang ditulis dalam album ini, dan lagu utamanya adalah "Kidung Ananda" yang liriknya dibagikan di awal sesi kebaktian ini. Candani menceritakan perjalanan hidup Ananda sekilas, dan momen2 dalam kehidupan beliau yang menginspirasi lahirnya lagu2 tersebut. Salah satunya adalah "Gerbang Vesali", yang menceritakan kisah Prajapati Gotama (bibi dari Sidharta Gautama) yang memperjuangkan hak wanita untuk masuk ke dalam pesamuhan Sangha, di mana peran serta Ananda dalam menjembatani aspirasi para pejuang Dhamma wanita ini kepada Sang Buddha sangatlah besar.

Dari kisah Ananda, Candani berlanjut ke sharing mengenai lagu2 Buddhis yang memiliki ke-khas-an sendiri dan tidak bisa dibandingkan dengan lagu2 rohani dari agama lain. Ada pro dan kontra mengenai persepsi masyarakat mengenai lagu2 Buddhis, dari pendapat2 yang mengatakan lagu2 Buddhis sangat monoton, iramanya tidak modern, dan banyaknya hambatan dalam memfasilitasi lahirnya lagu2 Buddhis, walaupun orang2 yang berbakat tidaklah sedikit. Di balik apa yang terlihat sebagai "kemonotonan", sebetulnya banyak lagu2 Buddhis lahir dari paritta, gatha, mantra, perenungan, dan inspirasi dari Ajaran2 Sang Buddha. Penekanan pada makna inilah yang menjadi ciri khas lagu2 Buddhis, di mana kita mendapatkan wahana untuk merenungkan dan memahami Dhamma (Kebenaran) lewat media alternatif selain lewat ceramah ataupun membaca. Dan sebagai composer, tentu saja kreativitas para pencipta lagu2 Buddhis pun berperan dalam menarik minat masyarakat terhadap lagu2 Buddhis. Misalnya, Candani banyak memakai nuansa pop dalam lagu2nya di album terakhir karena daya tarik pop yang Candani nilai sangat diminati oleh masyarakat dan selaras dalam mendendangkan Dhamma dalam nuansa yang ringan namun bermakna.

Dari sesi tanya jawab dengan para peserta kebaktian, kebanyakan pertanyaan mengacu pada dari mana inspirasi untuk membuat lagu datang dan background Candani yang menariknya ke dunia musik Buddhis. Layaknya para musisi lain, selain minat dan bakat yang kuat terhadap musik, inspirasi juga datang dari ragamnya perenungan Candani terhadap hal2 yang dihadapi dalam kehidupan sehari2, tak jarang inspirasi itu juga datang dari pengalaman Dhamma dalam memecahkan masalah sehari2. Inilah yang menyebabkan musik Buddhis menjadi satu media unik dan efektif dalam mempelajari Dhamma, dan juga menyebarkan Dhamma pada orang lain. Candani pun share bahwa tidak jarang beliau mendapat respons yang sangat positif dari pendengar lagu2 Buddhis dan bahkan ada yang terinspirasi dan mendapatkan sudut pandang baru yang segar terhadap kehidupan.

Total ada 4 lagu yang dinyanyikan selama sesi kebaktian hari ini, yaitu "Sahabat dalam Dhamma", "Kidung Ananda", "My Loneliness", dan "Berkah Negeriku". Para peserta kebaktian benar2 menikmati suara merdu Candani dalam menyanyikan 4 lagu tersebut. Kebaktian ditutup dengan sedikit tambahan dari Luis mengenai kualitas Y.A. Ananda, yang juga menggambarkan pengorbanan beliau dalam pencapaian spiritual diakibatkan dedikasi beliau yang disibukkan oleh urusan2 teknis sebagai pelayan Sang Buddha. Tetapi pengorbanan beliau tidaklah sia2, karena hasilnya masih dapat dinikmati 2500 tahun kemudian, di mana kita bisa tetap mempelajari Dhamma yang mulia dari Sang Buddha. Semangat pengorbanan ini juga yang menyimbolkan semangat Bodhisattva dari tradisi Mahayana.

 

Add your comment

Your name:
Subject:
Comment: